Hmmmhhhh… Gw baru balik dari piset mall. Bareng sama anak-anak b’tops abis wawancara buat "Perang Parodi" Huwaahh!! Wawancaranya siyh cuman sebentar banget cuma lima menit-an lah! Tapi, kita-kita nungguin disana kira-kira empat puluh lima menitan gitu!!! Cape deh! But, anyway we were having fun there! Tadi gw dan anak-anak b’tops pada foto-foto di dalem piset mall yang isinya bagai berada di seluruh dunia!!! Percaya nggak? Coba aja masuk ke piset mall…
Okay, that’s not exactly what i wanna tell you. Gw mau nyeritain pas gw dalam perjalanan pulang. Jadi gini, dari piset mall gw naik angkot Gede Bage-Stasion (kalau nggak salah) yang warnanya ijo. Nah, begitu gw naik angkot, gw bersama anak-anak b’tops lainnya langsung riweuh nggak puguh. Mulai dari foto-foto di dalem angkot, niruin semua yang dilakuin sama salah seorang anak kelas satu, nyanyi-nyanyi (eh, nyanyi-nyanyi nggak ya?? lupa!!!). Yah, pokoknya kita tuh riweuh banget lah! Nah, selama kita riweuh itu, ada seorang ibu-ibu yang duduk tepat di samping kita, memperhatikan kita sambil sesekali tersenyum simpul. Tapi, ibu-ibu itu sama sekali nggak protes gara-gara keributan kita. Beliau cuma ikut senyum-senyum sambil ketawa-ketawa. Mungkin beliau jarang kali ya, ketemu anak-anak SMA yang bercandanya beda sama anak-anak SMA lainnya (secara gitu, kita kan selalu berbeda dan menjadi yang terdepan… hwahahah!! apaan siyh??) Yah, pokoknya beliau terlihat enjoy lah sama kita-kita walaupun kita ribut banget di dalam angkot.
Nah, yang tadi gw ceritain adalah salah satu kebaikan ibu-ibu tersebut. Beliau bisa mengerti anak muda! Selamat ya bu… Anda telah memenangkan hati anak-anak remaja (apaan siy???)
Kebaikan kedua dari ibu-ibu tadi adalah, pas kita mau turun dari angkot. Kita-kita lagi pada sibuk ngeluarin ongkos gitu, trus gw nanya ke temen gw,
"Eh, emang ongkosnya berapa siyh?".
Dan temen gw menjawab,
"Dua ribu lima ratus…"
Gw yang cuma punya uang dua ribu perak langsung ngomong,
"Waduh, duitku kurang lima ratus, euy."
Eh, tanpa disangka-sangka, ibu-ibu tadi ngomong,
"Udah, ongkosnya mah dua ribuan da…"
Gw yang ngerasa kurang ongkos langsung sumringah! Dan, gw pun berterimakasih ke ibu-ibu itu atas informasi yang udah dikasih sama ibu-ibu itu.
Tapi, ternyata, kebaikan ibu-ibu itu belum berakhir!
Setelah uang kita kekumpul semua untuk bayar angkot, ternyata dengan amat sangat terpaksa kita harus menerima selembar uang dua puluh ribuan milik salah seorang anak kelas satu yang meng-klaim bahwa satu-satunya lembaran rupiah yang ada di dompetnya hanya itu. Eh, ternyata ibu-ibu itu berkata lagi,
"Uangnya uang pas aja. Kalau uangnya nggak pas suka nggak dikasih kembalian loh!"
Kita-kita yang nggak punya lembaran uang lagi ditangan cuma bisa diem aja sampai ibu-ibu itu menawarkan diri.
"Udah, tuker aja sama uang ibu."
Sambil menyodorkan dua lembar uang lima ribuan dan selembar uang sepuluh ribuan. Waaahhh!!! Baiknya ibu-ibu itu….
Makasih ya ibu-ibu yang tadi ketemu di angkot…